BPH Migas: Digitalisasi SPBU Masih Jauh dari Target Pertamina

BPH Migas: Digitalisasi SPBU Masih Jauh dari Target Pertamina

VIVA   –  Besar Badan Pengatur Hilir Minyak & Gas Bumi atau BPH Migas, M. Fanshurullah Asa menegaskan, progres  perkembangan digitalisasi Stasiun Pengisian 1 Bakar Umum atau SPBU, hingga saat ini masih sangat jauh dari target yang dijanjikan sebab PT Pertamina.

Padahal, sebelumnya Pertamina sendiri memiliki janji bahwa seluruh target SPBU telah akan selesai terdigitalisasi, pada 30 Juni 2020 yang lalu.

“Terlepas dari kendala dengan ada, BPH Migas tetap meminta PT Pertamina untuk segera menyelesaikan dan meningkatkan akselerasi penyelesaian kalender digitalisasi SPBU dalam waktu yang tidak terlalu lama, ” cakap Fanshurullah dalam konferensi pers di kantornya, Rabu 8 Juli 2020.

Fanshurullah mengatakan, upaya ini merupakan bagian penting yang harus dilakukan oleh Pertamina, karena menyangkut kepentingan kaum Indonesia.

“Supaya pembagian JBT (Jenis BBM Tertentu) dapat dilaksanakan secara tepat sasaran & tepat volume, ” ujarnya.

Dia menjelaskan, status progres  Digitalisasi SPBU per 30 Juni 2020 dengan capaian status informasi acara serah terima (BAST) yakni sebesar 44, 80 persen, ataupun sejumlah 2. 472 SPBU dari target 5. 518 SPBU.

Fanshurullah merinci, sejumlah 4. 819 SPBU atau sebesar 87, 33 persen sudah terpasang ATG (Automatic Tank Gauge), dan sejumlah 3. 060 SPBU atau sebesar 55, 45 obat jerih telah terpasang EDC LinkAja.

Selain itu, sejumlah satu. 268 SPBU atau sebesar 22, 98 persen telah mencatat cetakan polisi melalui EDC, dan sebesar 1. 577 SPBU atau sebesar 28, 58 persen telah terdigitalisasi dan memproduksi data yang bisa di akses melalui dashboard yang dikembangkan oleh PT Pertamina.

“Diantaranya berupa data volume pemasaran per transaksi, data nilai pembicaraan penjualan, data transaksi per SPBU, ” kata Fanshurullah.

Namun pada dasarnya, lanjut Fanshurullah, data-data tersebut belum memenuhi patokan yang diharapkan oleh BPH Migas, sehingga belum dapat dijadikan sebagai perangkat pengawasan yang komprehensif di penyaluran JBT dan JBKP (Jenis BBM Khusus Penugasan)

“Ditambah lagi belum terdapat SPBU yang tersedia perangkat Video Analytic (CCTV), untuk merekam kendaraan dan nomor polisinya secara otomatis, ” ujarnya.