Pemilik Venesia BSD Karaoke Bakal Diperiksa Polisi

Pemilik Venesia BSD Karaoke Bakal Diperiksa Polisi

VIVA awut-awutan Penyidik Direktorat Aksi Pidana Umum Bareskrim Polri bahan memanggil pemilik Venesia BSD Karaoke Executive Serpong, Tangerang Selatan. Pokok, tempat hiburan malam ini modusnya eksploitasi seksual.

Kasubdit 3 Direktorat Tindak Pidana Ijmal Bareskrim Polri, Kombes John W Hutagalung, mengatakan sementara ini memang pemilik Venesia BSD Karaoke Executive belum dimintai keterangan usai digerebek pada Rabu malam, 19 Agustus 2020.

Mengucapkan juga: Terbongkar, Bayaran PSK di Venesia Karaoke BSD Mulai Rp1, 1 Juta

Namun menurut dia, penyidik pasti akan memanggil pemilik Venesia BSD Karaoke Executive dengan buka saat pelaksanaan pembatasan rasio sosial besar (PSBB) di sedang pandemi COVID-19.

“Rencana demikian (pemilik dipanggil), ” cakap John Hutagalung saat dikonfirmasi VIVA di Jumat, 21 Agustus 2020.

Menurut dia, penyidik benar fokus terhadap pelanggaran mereka dengan tetap buka tempat hiburan zaman pelaksanaan PSBB di wilayah Praja Tangerang Selatan, Banten.

“Kan dilarang, oleh sebab itu kita fokus terhadap pelanggaran mereka buka tempat hiburan saat PSBB, ” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, jajaran Subdit 3 Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim beserta TNI Pomdam Jaya menggerebek Venesia BSD Karaoke Executive pada Rabu malam, 19 Agustus 2020 tanda 19. 30 WIB.

Penggeledahan dilakukan karena modusnya eksploitasi seksual pada masa pembatasan baik berskala besar (PSBB) di sedang pandemi COVID-19. Ternyata, Venesia BSD Karaoke Executive telah beroperasi semenjak awal bulan Juni 2020 datang sekarang.

Kemudian, tempat hiburan malam ini menyediakan hawa untuk dapat berhubungan badan tarifnya Rp1. 100. 000 sampai Rp1. 300. 000 per voucher dikali 3 voucher. Dan, perempuan dengan bekerja berasal dari Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur sebanyak 47 orang.

Cerai-berai, ada 13 orang yang diamankan terdiri 4 orang sebagai Papi (muncikari), 3 orang sebagai Mami (muncikari), 3 orang sebagai kasir, 1 orang supervisor, 1 orang sebagai manager operasioanal dan satu orang sebagai General Manager.

Sedangkan, barang bukti yang diamankan berupa kwitansi 2 bundel, voucher ladies 1 bundel agenda 19 Agustus 2020, uang Rp 730. 000 uang bookingan ladies mulai dari 1 Agustus 2020, 3 unit mesin edc, 12 kotak alat kontrasepsi merk Durex, 1 bundel form penerimaan ladies, 1 bundel absensi ladies, 14 baju kimono Jepang sebagai kostum pekerja.