Penasaran, Mengapa Undakan Jalan Disebut Polisi Tidur?

Penasaran, Mengapa Undakan Jalan Disebut Polisi Tidur?

VIVA â€“ Sebagian kita mungkin pernah bertanya-tanya, mengapa orang Indonesia terbiasa menyebut undakan jalan (speed bump) sebagai polisi tidur? Sebab, jika diperhatikan, istilah tersebut terdengar aneh dan tak sesuai dengan fungsi speed bump untuk pengguna jalan.

Diketahui, undakan jalan atau polisi tidur biasanya kita temukan di jalanan sepi yang tak banyak dilalui pengendara motor maupun mobil. Fungsinya sederhana, yakni agar pengguna jalan bisa menjaga kecepatannya, alias tak terlalu ngebut.

Polisi Tidur atau Speed Trap

Polisi Tidur atau Speed Trap

Pembuatan dan peletakan speed bump sendiri tak boleh dilakukan sembarangan, alias ada sejumlah aturan yang harus dipatuhi. Mulai dari titik lengkung hingga jarak satu undakan ke undakan lainnya.

Namun, sekali lagi, mengapa orang Indonesia terbiasa menyebut speed bump sebagai polisi tidur? Lantas, bagaimana sejarah dan asal muasalnya?

Alasan Speedbump Disebut Polisi Tidur

Dilansir VIVA Otomotif dari Saga.co.uk, Kamis 30 September 2021, speed bump pertama kali diciptakan para pekerja bangunan di New Jersey, Amerika Serikat pada 1906 silam. Namun, kala itu bentuknya belum ideal, bahkan ketinggiannya mencapai lima inci atau 13 sentimeter. Sehingga, kendaraan sulit sekali melaluinya.