Penerimaan Anjlok, Banyak Rumah Sakit Terancam Bangkrut Akibat Pandemi

Penerimaan Anjlok, Banyak Rumah Sakit Terancam Bangkrut Akibat Pandemi

VIVA   – Sebanyak rumah sakit di Tanah Minuman terancam bangkrut akibat pandemi COVID-19 yang berkepanjangan. Rata-rata pendapatan panti sakit bahkan anjlok hingga 50 persen.

Hal ini pun lantas membuat para manajer rumah sakit kesulitan untuk menyembunyikan biaya operasional. Beban rumah lara juga semakin tinggi dalam menangani pasien COVID-19.

Tersedia pula rumah sakit yang telah terancam kolaps di depan sembrono akibat dampak kondisi pandemi pagebluk corona yang berkepanjangan ini.

Baca pula: Pemerintah China Ngotot Flu Babi Baru Tak Bakal Jadi Pandemi

Kesulitan keuangan pertama terjadi pada rumah sakit yang bukan merupakan rujukan pasien COVID-19. Rumah Sakit Gigi dan Keras Profesor Soedomo, Yogyakarta menjadi lengah satu instansi kesehatan yang terancam kolaps akibat pandemi COVID-19. Rumah Sakit milik Universitas Gadjah Mada (UGM) itu sejak bulan Maret lalu mengalami penurunan jumlah anak obat pasien rata-rata perhari yang muncul berobat.

Baca pula: Viral, Meme Keluhan Pelanggan Indihome yang Bikin Ngakak

Jumlah tersebut mendarat drastis dibanding sebelum pandemik yang mencapai 250 hingga 300 pasien setiap hari. Kondisi ini berlaku karena banyak pasien yang kecil tertular virus corona jika memeriksakan giginya ke rumah sakit. Jadinya keuangan rumah sakit menjadi kolaps sehingga mencapai 50 persen. Direktur RSGM Profesor Soedomo, Dr. drg. Julita Hendrartini M. Kes. AAK mengaku kesulitan untuk bisa tetap beroperasi.

Baca selalu: Indihome dan Universitasnya Panen Komplain, Ada Apa dengan Telkom?

“Ya mungkin hampir mirip dengan rumah sakit lainnya, dan kondisi ini kalau saya bilang tidak hanya di Indonesia saja tapi di seluruh dunia pun seperti itu. Bahkan di Amerika Serikat ada yang namanya ‘Safe Hospital Net’ jadi program bantuan atau subsidi pemerintah selama era COVID, ” ungkap Dr. drg. Julita Hendrartini yang dirilis agenda Kabar Petang tvOne , Jumat 3 Juli 2020.

Untuk bisa langgeng bertahan RSGM Profesor Soedomo meminta adanya subsidi dana dari UGM maupun pemerintah, agar kondisi keuangan rumah sakit dapat terselamatkan. “Kondisi keuangan saat ini sudah defisit, jadi kami saat ini untungnya karena kami rumah sakit pemerintah di bawah Universitas Gadjah Mada tentunya kami mengharapkan UGM mensubsidi kami, ” jelas Direktur RSGM Profesor Soedomo itu.


Baca data terbaru tentang prediksi hk di Keluaran HK