Pentingnya Pemantauan Pasien Post COVID-19, Dapat Cegah Perburukan

Pentingnya Pemantauan Pasien Post COVID-19, Dapat Cegah Perburukan

VIVA â€“ Sejak pertama kali ditemukan di Wuhan pada Desember 2019 lalu, pandemi COVID-19 menjadi wabah Global yang menjangkit di 224 negara. Hingga Jumat 17 September 2021 kasus positif COVID-19 di dunia sudah tercatat mencapai 227 juta kasus, dan sebanyak 4,6 juta pasien yang tercatat meninggal di dunia.

Di Indonesia, kasus positif per September menembus lebih dari empat juta dengan korban meninggal dunia mencapai lebih dari 139 ribu orang. Salah satu cara untuk menanggulangi pandemi COVID-19 adalah dengan melakukan vaksinasi.

Vaksinasi sendiri diketahui dapat membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity. Herd immunity adalah kondisi ketika sebagian besar dari jumlah populasi di suatu area telah kebal terhadap suatu penyakit karena proses vaksinasi atau infeksi alami.
 
Pemerintah Indonesia diketahui telah  memulai program vaksinasi nasional sejak Januari 2021. Indonesia secara resmi menggunakan vaksin Sinovac, Oxford-AstraZeneca, Sinopharm, Novavax, Pfizer Biotech, Moderna, dan Biofarma, kemudian pada 11 September lalu mendapatkan vaksin Johnson & Johnson.

Untuk mencapai herd immunity dengan  vaksinasi, Indonesia harus melakukan vaksinasi terhadap 70 persen penduduk atau setara dengan 208,2 juta orang. Menginjak sembilan bulan program vaksinasi berjalan, ternyata cakupan vaksinasi COVID-19 masih terbilang rendah.

Hingga 11 September 2021, mengutip data yang dilansir WHO, penduduk Indonesia yang sudah mendapatkan vaksin dosis 1 dan 2 secara lengkap baru mencapai 41,7 juta atau 15,4 persen dari total penduduk. Sedangkan penduduk yang sudah mendapatkan dosis 1 sebanyak 73,3 juta orang.
 
Seiring munculnya berbagai varian virus baru, Indonesia juga menghadapi gelombang kedua kasus pada Juli 2021 yang sebagian besar disebabkan varian Delta. Puncaknya pada minggu kedua Juli dengan penambahan kasus baru sebanyak 107 ribu dalam seminggu.

Banyaknya kasus positif, termasuk pada tenaga kesehatan, kemudian memunculkan wacana pemberian suntikan ketiga yang juga dikenal dengan nama vaksin booster. Para nakes pun mendapatkan suntikan ketiga berupa vaksin Moderna pada Agustus 2021.
 
Di kalangan masyarakat pun keinginan untuk mendapatkan vaksin ketiga kian membesar. Kementerian Kesehatan pun meminta pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk berani menjatuhkan sanksi pada masyarakat umum yang kedapatan mendapat vaksinasi dosis ketiga.