Petugas Tegaskan Pelajar Ikut Demo Rusuh Tak Kebal Pidana

Petugas Tegaskan Pelajar Ikut Demo Rusuh Tak Kebal Pidana

VIVA   –  Polisi”> Polisi  mengingatkan para pelajar buat tidak coba-coba kembali ikut demo dan lalu rusuh  seperti dengan terjadi dalam demo rusuh Omnibus Law atau UU Cipta Kerja pada 8 dan 13 Oktober 2020 lalu.

Petugas mengatakan, bukan bukan tidak jadi mereka bisa dikenakan pidana bila terbukti bersalah. Sebagai contoh, cakap polisi,   ada beberapa pelajar yang terbukti bersalah dalam demo Omnibus Law antara  8 & 13 Oktober lalu tetap dijerat pidana meski mereka statusnya siswi.

Untuk diketahui, sebab 143 tersangka demo yang sempat rusuh 8 dan 13 Oktober 2020 lalu, sejumlah 31 dalam antaranya adalah pelajar. Meski siswi kata polisi, mereka tetap ditahan.

“Terkait dengan seolah-olah anak-anak tidak mampu dipidana, anak-anak dipidana dengan susunan tertentu. Perlakuan terhadap anak-anak itu jadi misalnya perlakuan selama tersebut untuk masyarakat pada umumnya. Kita  penahanan di Kepolisian  20 hari, untuk anak-anak satu minggu, ” ucap Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana  di markas Polda Metro Jaya, Senin, 26 Oktober 2020.

Bahkan, kasus yang menjerat itu ini tetap bisa dilanjurkan tenggat ke tahap persidangan di mahkamah. Dengan catatan anak-anak harus didampingi oleh orangtuanya. Maka dari tersebut kata dia, hal yang dilakukan terhadap pelajar yang dikenakan pidana ini diharapkan bisa menjadi keterangan. Diketahui para pelajar sebelumnya diamankan polisi terkait demo Omnibus Law.

Baca juga: Wanita Tewas di Kandang Buaya Perkara Badan 2 Kali dengan Eksekutor

“Mulai dari Kepolisian, Kejaksaan. sampai sidang itu didampingi orangtuanya, ada perlakuan khusus buat anak-anak ini. Tapi  dalam hal ini mereka bisa juga dipidana, supaya ada buntut jera, kemudian tidak melakukan teristimewa. Kita lebih baik lakukan pencegahan jangan sampai kemudian anak-anak tersebut terkena hasutan tadi, ” perkataan dia.

Guna menyekat hal ini terulang kembali, Polda Metro bersama Kodam Jaya & pemerintah provinsi terkait pun mengimplementasikan pertemuan dengan seluruh kepala sekolah se-Jabodetabek. Nana minta kepada para-para kepala sekolah melakukan upaya pencegahan agar mereka tidak sampai kembali ikut demo termasuk demo Omnibus Law yang sempat rusuh.
 
“Mengundang gubernur, pangdam, kepala dinas, baik Dinas Jabar, DKI dan Banten dan perwakilan-perwakilan dari kepala sekolah se-Jabodetabek. Madrasah ini adalah rumah kedua daripada pelajar ini. Kami mengharapkan adanya dalam hal lebih menekankan kembali masalah pembentukan karakter tentunya dengan kegiatan ekstrakurikuler yang mengarah pada pembentukan karakter. Dalam hal ini pengetahuan dalam hal pancasila ataupun hal-hal positif, ” katanya sedang.

Jumlah tersangka kelanjutan demo rusuh menolak Omnibus Law pada 8 dan 13 Oktober 2020 di wilayah hukum Polda Metro Jaya bertambah. Sebelumnya, penjaga menyebut total tersangka sebanyak 131 orang. Belakangan bertambah 12 orang.

“Ada 143 karakter yang menjadi tersangka, ” logat Nana Sudjana soal tersangka demo Omnibus Law yang ditangkap  petugas.