Sungguh Beda, Maling di Johar Hangat Hanya Angkut Tabung Gas Melon

Sungguh Beda, Maling di Johar Hangat Hanya Angkut Tabung Gas Melon

VIVA   –  Pandemi  COVID-19  dan susahnya hidup disebutkan  membuat pria berinisial  R  gelap mata. Demi mengisi perut yang keroncongan, dia nekat menodong seorang ibu rumah nikah bernama Sumarni yang sedang masa di kediamannya di Kampung Hutan berpaya Sawah, Johar Baru, Jakarta Was-was.

Mirisnya, yang digondol pelaku  cuma sebuah tabung udara. Kejadian ini terjadi Minggu 27 September 2020. Pada polisi, pelaku mengaku tak ada lagi budi mau menggondol barang berharga asing milik korban  karena yang ada dalam pikirannya saat itu hanyalah mendapatkan uang untuk bisa makan.

Lantas, dia membawa kabur saja tabung gas yang nampak ada depan matanya era itu.

“(Pelaku) Mengambil satu buah tabung gas tiga kilogram, ” ucap Kapolsek Johar Baru, Komisaris Penjaga Supriadi kepada wartawan, Senin 28 September 2020.

Mengucapkan juga: Profil Diplomat Silvany Pasaribu yang ‘Tampar’ Delegasi Vanuatu

Korban pun tak melayani karena saat itu pelaku meresap ke dalam rumahnya sambil mengangkat tangan celurit. Alhasil korban cuma bisa pasrah.

Setelahnya, pelaku pun langsung mangkir seribu langkah dari kediaman target. Namun, karena cemas hal sebangun terulang, lantas korban pun memberitahu suaminya, Sahroni.

Dalam akhirnya mereka memilih untuk menyusun laporan polisi ke Polsek Johar Baru. Tak butuh waktu lama, pascamenerima laporan, pelaku berhasil dicokok di kawasan Johar Baru pula.

Pelaku tak melayani saat ditangkap. Polisi pun  turut menyita celurit yang dipakai untuk mengancam korban.

Tetapi, tabung gas melon punya target telah dijualnya. Uangnya pun telah dibelikan makanan karena tindak kriminal yang ia lakukan ini sekadar karena kelaparan.

Karakter mengaku merupakan pengangguran. Dia tak tahu lagi bagaimana harus mengisi perutnya di tengah kondisi pandemi seperti ini, sehingga nekat melakukan kejahatan.

Namun, apa pun alasannya, apa yang dilakukan pelaku tidaklah dibenarkan. Kini dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan meringkuk di balik jeruji besi. Tempat perbuatannya, pelaku terancam dikenakan Kausa 363 KUHP juncto Pasal dua ayat 1 Undang Undang Penting Nomor 12 Tahun 1951 mengenai Senjata Tajam.  

“Kami menyita sebilah senjata intelek jenis celurit bergagang warna merah milik pelaku, ” kata dia.