Tersedia Anak SD Terlibat Demo Omnibus Law di Bandung

Tersedia Anak SD Terlibat Demo Omnibus Law di Bandung

VIVA   –  Sebesar 200 pemuda diamankan di Mapolrestabes Bandung setelah berunjuk rasa menolak  Omnibus Law UU Cipta Kegiatan pada Kamis 8 Oktober 2020, yang berujung ricuh. Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya, menjelaskan  para pemuda yang diamankan ini ada anak sekolah tingkat dasar, dengan motivasi turun ke jalan karena melihat informasi pada media sosial.

“Ya, itu mengikuti dari medsos, oleh sebab itu dia melihat dari medsos kemudian mereka ikut-ikutan. Kita kan cuma melakukan pembinaan lagi saja, ” ujar  Kapolrestabes  di Bandung,   Jawa Barat, Jumat 9 Oktober 2020.

Menangkap juga:   Tolak UU Cipta Kerja, 3. 907 Pendemo Seluruh Indonesia Ditangkap

Dengan demikian, Mapolrestabes memutuskan pembinaan kepada pelajar & mengharuskan didatangi orang tua jika akan pulang. “Kita kan hanya melakukan pembinaan lagi saja, ” terangnya.

“Mahasiswa tersedia, pelajar ada, SD ada dan pengangguran juga ada maksudnya tidak punya pekerjaan, ” kata Kombes Ulung.

Sebelumnya, Polrestabes Bandung mengamankan 200 orang sebab massa aksi penolakan UU Membentuk Kerja atau  Omnibus Law Membikin Kerja    di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Kamis, 8 Oktober 2020. Kapolrestabes Bandung Kombes Polisi  Cakap Sampurna Jaya menjelaskan, 200 orang ini wajib menjalani pemeriksaan  rapid test  untuk pencarian penularan virus Corona  (COVID-19).

“Hari ini yang diamankan sebanyak 200 orang semalam. Semuanya sudah dilakukan pemeriksaan kemudian kita lakukan pembinaan kepada mereka, lalu sebelumnya kita tes  rapid   dengan hasil nonreaktif keseluruhannya, ” katanya.

Kericuhan kembali terjadi saat kawula menggelar unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Jawa Barat, di Bandung, Kamis, 8 Oktober 2020. Pembubaran dilakukan polisi dengan menyemprotkan cairan menggunakan water cannon dan menembakkan udara air mata.

Sebelum pembubaran terjadi, petugas melalui pengeras suara meminta massa untuk menutup diri karena waktu yang disepakati telah habis. Namun, massa masih bertahan dan tidak mengindahkan imbauan tersebut. (ren)